Menghindari Macet Dengan Waze

Waze – Traffic Jam

Waze merupakan aplikasi navigasi gratis yang sangat bermanfaat, terutama bagi pengguna smartphone/tablet yang sering berkendara. Waze memanfaatkan fitur GPS yang ada di smartphone dengan peta sederhana yang membutuhkan koneksi internet untuk load base map nya. Aplikasi Waze ini sendiri merupakan aplikasi universal yang tersedia di Apple AppStore, Google PlayStore, dan Windows Phone Store.

Seperti tertulis di website resminya, Waze merupakan Free Community-based Mapping, Traffic & Navigation App. Hal ini menjadi poin penting bagi Waze dalam bersaing dengan Aplikasi GPS lainnya seperti Sygic, Garmin, Motion-X dan lainnya. Banyak aplikasi GPS yang lebih keren secara tampilan, dengan fitur 3D building dan sebagainya. Tapi dari sisi pemanfaatannya, Waze ini justru lebih unggul.

Keunggulan dari waze ini adalah walaupun menggunakan akses internet, data yang ditransfer tidak sebesar peta lainnya. Terbukti setelah memanfaatkan waze selama sebulan di iPhone, pemakaian data untuk Waze ini sendiri tidak sampai 25MB. Bandingkan jika kita harus menginstall Offline Maps, dengan peta Navigasi.net saja kita akan menghabiskan antara 110-480MB. Pertanyaannya, seberapa akurat? Bagaimana jika daerah tujuan tidak ada di peta?

Karena waze merupakan community-based map, maka setiap user dapat memodifikasi maps tersebut. Caranya cukup dengan memanfaatkan waze sebagai alat navigasi, lalu kita bisa login di waze.com dan melakukan editing map. Sistem waze ini berdasarkan level yang didapat dari poin. semakin sering user berkendara memanfaatkan waze, melaporkan adanya kejadian (macet, cuaca, kecelakaan, penutupan jalan, kendaraan berhenti, polisi dsb) maka semakin tinggi poinnya. Level ini sendiri terdiri dari Waze Baby, Waze GrownUp, Waze Warrior, Waze Knight sampai tertinggi Waze Royalty.waze_levelDengan menggunakan akun sosial media facebook, kita bisa melihat poin yang kita dapatkan dengan teman facebook kita yang juga memanfaatkan waze. Selain tentunya dapat melihat teman kita yang juga sedang online di waze dan berkirim pesan.

waze2

Tampilan Waze ini sendiri cukup simpel, dengan base map tanpa Point of Interest (PoI) yang tidak diload tanpa adanya pencarian. Nama Jalan yang tidak dilalui juga flashing secara bergantian sehingga dapat memberikan informasi lebih interaktif.

Waze ini semakin bermafaat belakangan ini akibat maraknya macet yang diakibatkan oleh genangan air ataupun banjir. Waze ini dapat memberikan informasi jalan mana yang ditutup akibat banjir, kemacetan yang timbul dan kecepatan rata-rata yang ada di sebuah ruas jalan.

waze1waze_banjir

Mari kita coba terapkan studi kasus Waze dalam pemanfaatan sehari-hari. Misalnya kita ingin berkendara menuju Senayan City dari Tebet. Kita navigasi dengan melakukan pencarian terlebih dahuluIMG_0711

Setelah melakukan searching tersebut, maka muncul hasil pencarian dari waze map

IMG_0712

Salah satu fitur menarik dari pencarian di Waze, selain dengan Waze map, kita bisa menggunakan search engine lain. Diantaranya adalah Google Maps dan Foursquare. Karena Foursquare merupakan salah satu social media yang dapat membuat lokasi sendiri supaya bisa melakukan check-in, sehingga umumnya dapat menentukan lokasi yang kita cari dengan lebih akurat.

IMG_0713

Tapi jangan lupa, foursquare bisa salah. Jadi penting untuk melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pencarian di Waze supaya tidak tersesat, apalagi untuk lokasi yang kita sama sekali tidak tahu.

IMG_0714Dengan preview map, kita bisa memastikan kebenaran lokasi tersebut. Jika valid dan memiliki informasi tempat yang resmi, maka data yang ditampilkan memiliki informasi lebih detil mengenai lokasi yang dicari. IMG_0715Setelah tap “Go” maka Waze langsung menentukan rute yang mengarah ke lokasi yang kita cari, dengan memberikan informasi waktu tiba, jarak tempuh dan rute yang akan dilalui. Lebih dari itu, Waze memberikan pilihan “Route” sebelum otomatis melakukan navigasi dalam 10 detik. Ini sangat bermanfaat jika kita tidak mau melewati jalan tersebut.

IMG_0716

Jika memilih rute lain, maka waze akan menampilkan alternatif rute yang dapat dilalui untuk menuju lokasi tersebut

IMG_0717

Jika dirasa kurang yakin, rute dapat ditampilkan dalam bentuk peta

IMG_0718

Setelah menentukan rute dan “Go”, maka Waze akan memberikan tampilan menuju lokasi.

IMG_0719z

Dalam perjalanan menuju lokasi, ternyata ada salah satu teman yang sedang online di waze. Kita bisa mengirimkan map chat atau pesan.

IMG_0720

Waze cukup pintar dalam menghindari macet, dalam kasus ini waze mengarahkan untuk lewat Jl Tebet Barat Dalam menuju Pancoran ketimbang melalui jalan MT Haryono yang macet.

Kita juga bisa melihat situasi macet di ruas jalan lain ataupun kejadian lainnya

IMG_0722

Kita juga dapat mengirimkan lokasi yang kita tuju dengan mudah melalui e-mail atau text message

IMG_0727

Jika diperlukan, kita juga bisa meminta lokasi orang lain untuk kita jemput melalui text message atau email. Memudahkan untuk para supir jika ingin menjemput majikan bukan? 😀

IMG_0728Lokasi yang sudah disimpan di favorites Waze ini dapat digunakan juga di device lain. Jadi seandainya aplikasi tersebut dihapus, kehilangan atau ganti smartphone tidak lantas kehilangan pula data lokasi yang sudah disimpan. Bayangkan jika masih menggunakan GPS mobil tradisional yang POI nya disimpan secara lokal dan tidak dapat dibagi atau pindah secara otomatis.

Waze ini cukup pintar untuk mengetahui kebiasaan kita berkendara hari-hari. Otomatis tidak perlu heran jika saat menyalakan waze di pagi hari kemudian muncul tampilanIMG_0886

Terakhir, seperti dijelaskan diatas bahwa Waze ini juga dapat digunakan di Android dan Windows Phone, maka tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan aplikasi waze di seluruh platform tersebut karena PoI nya sudah disimpan di akun waze kita dan dapat digunakan bersamaan.

IMG_0940zTidak disarankan menggunakan waze saat berkendara karena berpotensi mengganggu konsentrasi mengemudi. Jangan lupa, waze memang membantu mencari jalan, tapi keputusan tetap ada di kita. Don’t let our smartphone smarter than us. Karena sama dengan aplikasi navigasi lainnya, waze bisa salah. Sebagai alternatif, maka gunakan GPS lain yaitu “Ganggu Penduduk Setempat” :p




There are no comments

Add yours